Loading

Karena Ditemukan Yahudi-Kafir, Arab Saudi Keluarkan Fatwa Larangan Sepak Bola

Seorang mufti Arab Saudi mengeluarkan fatwa larangan sepak bola untuk pemuda Muslim. Karena permainan itu ditemukan oleh orang yahudi dan kafir.

Abdullah al-Najdi, sang mufti, menyarankan pemuda muslim untuk menghindari bermain sepak bola kecuali dalam kondisi tertentu saja. Jika pemuda Islam ingin bermain sepak bola, peraturan dari permainan harus diubah sehingga tidak menyerupai permainan orang kafir.

Berdasarkan ketentuannya, istilah 'foul', 'penalti', 'corner' dan 'out' tidak boleh digunakan dalam permainan. Al-Najdi mengatakan tim sepak bola tidak boleh 11 pemain. Harus lebih atau kurang.

Pemain, lanjut dia, juga tidak boleh mengenakan seragam sepak bola, karena tidak sesuai dengan pemuda muslim. Pemain diharuskan menggunakan pakaian sehari-hari.

Lebih lanjut, ia mengatakan tidak perlu adanya wasit dalam permainan, karena aturan sepak bola seperti 'foul' dan lainnya sudah ditiadakan. "Jika salah satu pemain mencetak gol, tak perlu memeluk rekannya. Tak perlu bersuka cita karena ini seperti yang dilakukan Amerika dan Prancis," tutur Al-Najdi.

Jika salah seorang pemain merasa lelah, ia mengatakan tak perlu ada pemain pengganti. Kelelahan itu diatasi dengan mengganti posisi pemain.

Wahabisme adalah salah satu penafsiran Islam di Saudi yang bersifat tidak toleran. Mereka ada setelah penemuan minyak di kerajaan Saudi pada 1938. Mereka menggunakan 'uang minyak' untuk memberi bantuan kepada mijahidin Afganistan, beberapa diantaranya kemudian bergabung dengan Taliban. abna.ir

sumber : Id.berita.yahoo.com

Employers Gum Rubber Robbers Killed




Tulang Bawang - (Friday, 10/28/2011) A bank customer who had just disburse money in Lampung Garlic Bones Thursday afternoon killed robbers. The victim is also an entrepreneur rubber latex was killed after losing in a fight with the perpetrators of robbers. The victim suffered stab wounds section back, chest and abdomen. In addition to killing the victims, the robbers also steal 200 million dollars in cash to the victim.

The atmosphere of grief enveloped Sutrisno family. The man who is known as a businessman rubber latex in Kampung Jaya Aji, Bones Onions, Lampung was killed Thursday afternoon in the hands of robbers who menyatroninya. The victim was killed with a sharp weapon stab wound in the back, chest and abdomen.

29-year-old victim had just withdraw money from a bank which is about 25 kilometers from his home. When passing rubber plantations, suddenly confronted by two motorcycle victims of perpetrators who are also using a motorcycle. Alleged victim did not realize he was being followed by the actors from out of the bank. After the victim's vehicle was stopped, the direct perpetrators attacked the victim. Because outnumbered, the victim who was getting into fights to defend himself that eventually fell down hit by gun offenders.

The actors also steal cash and two hundred million dollars to the victim who had just taken from the bank. At the scene, police only managed to find clues to a black sheath that allegedly belongs to the perpetrator who left at the scene. Police also found evidence of the victim's hat and two million dollars in cash to the victim who fell victim to a fight spilled when the perpetrator takes place. The case is still under investigation to the local police know the identity of the perpetrators of the robbery that took the life of a customer's bank.(Aris Susanto/Sup)
Source : Indosiar.com

Pembantaian satu keluarga tejadi di Aceh

ACEH -Satu keluarga yang terdiri dari ayah,ibu dan anak gadis di Lorong Asam Gelima Manis, Kampung Nunang, Kecamatan Bebesan, Aceh Tengah, Aceh, tewas dibantai, Jumat (28/10/2011). Belum diketahui siapa pelaku pembantaian maupun motifnya.

Tewas satu keluarga tersebut sontak menggemparkan warga yang bermukim di daerah itu. Saat ditemukan sekujur tubuh para korban ditemukan penuh dengan luka bekas bacokan.

Korban pembunuhan yang belum diketahui motif dan pelakunya itu, yakni Iskandar (48) yang kesehariannya berprofesi sebagai tukang las besi bangunan ditemukan tergeletak tak bernyawa di depan rumah korban, sementara istrinya, Lasiyem (38) ditemukan tewas di dapur rumah itu serta anak gadisnya yang juga menjadi korban pembunuhan sadis itu, Ayuni Sundari (13) ditemukan di dalam kamar dengan kondisi sudah tidak bernyawa lagi karena menderita luka bacokan.

Informasi yang dihimpun Serambinews.com, kejadian pembantaian satu keluarga itu, pertama kali diketahui warga yang merupakan tetangga korban sekira pukul 07.30 WIB.

Warga yang mengetahui kejadian pembunuhan itu, langsung melapor ke pihak Polres Aceh Tengah.

Kejadian pembantaian sadis sekeluarga itu dengan cepat merebak ke seluruh penjuru Kota Takengon, sehingga beberapa jam setelah ditemukan mayat keluarga tukang las itu, tempat kejadian didatangi warga yang ingin melihat kejadian tersebut.

Kasus itu saat ini sedang ditangani Polres Aceh Tengah. Sedangkan jenazah korban usai diidentifikasi petugas langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datu Beru, Takengon.

sumber : tribunnews.com

Popular Posts